Tanda Demam pada Anak yang Harus ke Dokter Spesialis Anak – Demam merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami anak. Kondisi ini umumnya menjadi respons alami tubuh ketika melawan infeksi, seperti batuk pilek, radang tenggorokan, atau infeksi lainnya. Meski begitu, demam pada anak tidak boleh dianggap sepele, terutama pada bayi atau ketika disertai perubahan perilaku dan gejala tertentu. Karena itu, orang tua perlu mengetahui tanda demam pada anak yang harus ke dokter spesialis anak agar pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan pada waktu yang tepat. Simak penjelasannya berikut ini.
Berapa Suhu Anak yang Disebut Demam?
Demam pada anak umumnya ditandai dengan suhu tubuh 38°C atau lebih. Pengukuran sebaiknya dilakukan menggunakan termometer agar hasilnya lebih akurat daripada hanya mengandalkan sentuhan tangan. Selain peningkatan suhu tubuh, anak dapat mengalami berkeringat, menggigil, sakit kepala, tubuh lemas, kehilangan nafsu makan, lebih rewel, atau mengalami tanda dehidrasi.
Namun, angka suhu bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Kondisi anak secara keseluruhan juga penting. Anak yang masih responsif, mau minum, melakukan kontak mata, dan tetap dapat beraktivitas meski sedikit lebih lemas umumnya memiliki kondisi yang berbeda dengan anak yang tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, atau tidak merespons seperti biasanya.
Tanda Demam pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat anak mengalami gejala demam.
1. Demam pada Bayi
Usia anak menjadi salah satu pertimbangan penting ketika menentukan apakah demam membutuhkan pemeriksaan dokter. Pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, suhu 38°C atau lebih perlu segera mendapatkan penilaian medis karena demam pada kelompok usia ini dapat menjadi tanda infeksi serius.
Pada bayi usia 3–6 bulan, orang tua juga perlu lebih waspada, terutama jika suhu mencapai sekitar 39°C atau disertai kondisi anak yang sangat rewel, lemas, atau tampak tidak nyaman. Jangan hanya menunggu demam turun sendiri apabila bayi menunjukkan perubahan kondisi yang mengkhawatirkan.
2. Demam Berlangsung Lama
Salah satu tanda demam pada anak yang harus ke dokter spesialis anak adalah demam yang tidak kunjung membaik. Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari perlu diperiksa, terutama jika tidak menunjukkan kecenderungan membaik atau justru semakin berat.
Demam berkepanjangan dapat berkaitan dengan infeksi yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Dokter spesialis anak dapat menilai gejala lain yang menyertai dan menentukan apakah anak memerlukan pemeriksaan tambahan untuk mencari penyebabnya.
3. Anak Terlihat Sangat Lemas atau Tidak Responsif
Perubahan perilaku merupakan tanda penting yang sebaiknya tidak diabaikan. Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis jika anak tampak sangat lemas, bingung, sulit dibangunkan, tidak melakukan kontak mata, atau tidak merespons suara dan sentuhan seperti biasanya.
Anak yang demam tetapi masih dapat berkomunikasi, minum, dan merespons lingkungan biasanya tidak berada dalam kondisi yang sama dengan anak yang mengalami penurunan kesadaran. Jika perubahan perilaku terjadi secara jelas, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk ditangani.
4. Demam Disertai Sesak Napas
Demam yang disertai kesulitan bernapas membutuhkan perhatian medis segera. Perhatikan apakah anak bernapas jauh lebih cepat dari biasanya, tampak kesulitan menarik napas, mengeluarkan suara napas yang tidak biasa, atau bagian bawah tulang rusuk tampak tertarik ketika bernapas.
Gangguan pernapasan dapat menjadi tanda bahwa infeksi atau kondisi tertentu sudah memengaruhi sistem pernapasan. Jika anak tampak kesulitan bernapas atau bibir dan kulitnya terlihat kebiruan atau pucat tidak seperti biasanya, segera bawa anak untuk mendapatkan pertolongan medis.
5. Muncul Ruam yang Tidak Memudar
Ruam saat demam dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan tidak selalu berarti penyakit serius. Namun, orang tua perlu waspada jika muncul bintik atau ruam yang tidak memudar ketika ditekan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menekan bagian ruam menggunakan sisi gelas bening. Jika bintik atau ruam tetap terlihat dan tidak memudar saat ditekan (non-blanching rash), hal ini dapat menjadi tanda adanya perdarahan di bawah kulit atau infeksi tertentu yang memerlukan evaluasi medis segera.
Kondisi ini perlu lebih diwaspadai jika disertai demam, anak tampak sangat sakit, lemas atau mengantuk, sulit bernapas, muntah berulang, atau perdarahan lainnya. Salah satu kondisi yang dapat menunjukkan gejala serupa adalah demam berdarah dengue (DBD), meskipun ruam yang tidak memudar saat ditekan tidak secara spesifik berarti DBD dan tetap memerlukan pemeriksaan dokter untuk menentukan penyebabnya.
6. Muntah, Dehidrasi, atau Tidak Mau Minum
Demam dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan, terlebih jika anak juga mengalami muntah atau diare. Tanda dehidrasi dapat berupa mulut kering, tidak ada air mata ketika menangis, mata tampak cekung, jumlah urine berkurang, atau popok bayi lebih jarang basah.
Jika anak tidak mau minum sama sekali, terus muntah, atau menunjukkan tanda dehidrasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Bayi dan anak kecil dapat mengalami dehidrasi lebih cepat sehingga kondisinya perlu dipantau dengan lebih cermat.
7. Kejang Saat Demam
Sebagian anak dapat mengalami kejang yang berkaitan dengan demam. Kejang pertama kali tetap perlu mendapatkan penilaian dokter untuk memastikan penyebabnya.
Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, anak tidak segera pulih setelah kejang, atau mengalami kesulitan bernapas, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan segera. Orang tua sebaiknya tidak memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak ketika kejang dan segera mencari bantuan medis.
Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?
Jika anak demam tetapi masih tampak cukup aktif dan tidak menunjukkan tanda bahaya, orang tua dapat memantau kondisinya di rumah. Pastikan anak mendapatkan cukup cairan dan tetap berikan makanan jika ia menginginkannya. Anak juga sebaiknya tidak dipakaikan pakaian atau selimut secara berlebihan.
Obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen dapat digunakan pada anak tertentu untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman, tetapi penggunaannya harus mengikuti usia, berat badan, petunjuk kemasan, atau anjuran tenaga kesehatan. Jangan memberikan aspirin kepada anak tanpa instruksi dokter.
Kapan Harus ke Dokter Spesialis Anak?
Pada dasarnya, orang tua tidak perlu panik hanya karena anak mengalami demam. Namun, pemeriksaan dokter spesialis anak diperlukan jika demam terjadi pada bayi berusia sangat muda, berlangsung lama, semakin memburuk, atau disertai perubahan perilaku, dehidrasi, muntah berulang, kejang, ruam yang tidak memudar, sakit kepala berat, leher kaku, maupun gangguan pernapasan.
Mengenali tanda demam pada anak yang harus ke dokter spesialis anak membantu orang tua menentukan kapan kondisi dapat dipantau di rumah dan kapan membutuhkan pemeriksaan langsung. Jika orang tua merasa kondisi anak berbeda dari biasanya atau semakin memburuk, sebaiknya tidak menunda mencari pertolongan medis.
Kesimpulan
Demam pada anak sering kali merupakan respons tubuh terhadap infeksi dan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, orang tua perlu memperhatikan usia anak, lama demam, kondisi umum, serta gejala yang menyertainya. Segera bawa anak ke dokter spesialis anak jika demam terjadi pada bayi kecil, berlangsung lama, disertai sesak napas, kejang, dehidrasi, ruam yang tidak memudar, leher kaku, atau anak sulit dibangunkan. Pemeriksaan medis membantu memastikan penyebab demam dan memberikan penanganan yang sesuai.
Aplikasi DokterIN untuk Layanan Kesehatan di Mana Saja
Ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis tentang kesehatan anak tanpa harus mengantre panjang di rumah sakit atau klinik? Install aplikasi DokterIN sekarang yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum hingga spesialis, serta tebus dan beli obat dalam satu aplikasi.
DokterIN hadir sebagai solusi kesehatan digital yang praktis dan terpercaya. Namun penting untuk diingat bahwa DokterIN tidak bisa menggantikan layanan gawat darurat di rumah sakit. Jika gejala sangat serius, segera periksakan anak ke rumah sakit atau klinik.
Anda juga bisa menambahkan asuransi untuk proses pembayaran yang lebih mudah. Coba DokterIN sekarang!


Referensi:
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759.
- https://www.chla.org/blog/advice-experts/when-call-doctor-your-childs-fever.