Tanda Dehidrasi pada Anak dan Cara Mengatasinya – Dehidrasi pada anak terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Kondisi ini cukup umum, terutama saat anak mengalami muntah, diare, demam, banyak berkeringat, atau tidak cukup minum.
Meski dehidrasi ringan dapat diatasi dengan menambah asupan cairan, kondisi yang lebih berat dapat menyebabkan gangguan elektrolit, masalah pada ginjal, hingga kondisi yang mengancam nyawa. Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda dehidrasi pada anak agar dapat memberikan penanganan sedini mungkin. Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Penyebab Dehidrasi pada Anak?
Dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak daripada yang masuk. Pada anak, kondisi ini dapat terjadi karena tidak cukup minum, terutama ketika sedang sakit. Muntah dan diare merupakan penyebab yang sering karena tubuh kehilangan cairan dalam jumlah lebih banyak. Demam juga dapat meningkatkan kehilangan cairan, begitu pula dengan berkeringat saat cuaca panas atau setelah melakukan aktivitas fisik.
Bayi dan anak kecil memiliki risiko lebih tinggi mengalami dehidrasi karena mereka belum selalu mampu menyampaikan rasa haus atau memenuhi kebutuhan cairannya sendiri. Ketika sedang sakit, orang tua perlu lebih memperhatikan jumlah cairan yang dikonsumsi serta frekuensi buang air kecil anak.
Tanda Dehidrasi pada Bayi
Tanda dehidrasi pada bayi dapat terlihat dari perubahan kondisi tubuh dan perilakunya. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah berkurangnya popok basah. Bayi yang mengalami dehidrasi dapat memiliki kurang dari enam popok basah dalam 24 jam. Mulut atau bibir yang kering, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, serta tampak lebih mengantuk atau lemas juga dapat menjadi tanda.
Pada dehidrasi yang lebih berat, mata dapat terlihat cekung dan ubun-ubun bayi dapat tampak cekung. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda tersebut, terutama disertai muntah atau diare, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Tanda Dehidrasi pada Anak Balita
Pada anak usia balita, tanda dehidrasi dapat berupa mulut atau bibir kering, rasa haus, lebih jarang buang air kecil, dan urine berwarna lebih gelap. Anak juga dapat menjadi lebih rewel, mudah lelah, atau tampak kurang aktif dari biasanya.
Orang tua sebaiknya memperhatikan perubahan perilaku anak. Anak yang biasanya aktif tetapi tiba-tiba terlihat sangat lemas atau mengantuk perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama jika sebelumnya mengalami diare, muntah, atau demam.
Tanda Dehidrasi pada Anak Usia Sekolah dan Remaja
Anak yang lebih besar dan remaja umumnya sudah dapat menyampaikan keluhan. Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain rasa haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna gelap atau lebih jarang buang air kecil, kelelahan, sakit kepala, pusing, hingga kram otot.
Risiko dapat meningkat ketika anak melakukan olahraga atau aktivitas fisik dalam waktu lama, terutama dalam cuaca panas. Anak yang terlalu fokus bermain atau berolahraga juga mungkin mengabaikan rasa haus sehingga kebutuhan cairannya tidak segera terpenuhi.
Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak
Jika dehidrasi masih ringan dan anak mampu minum, langkah utama adalah memberikan cairan secara perlahan dan bertahap. Berikan air dalam jumlah kecil tetapi lebih sering agar anak lebih mudah menerimanya. Pada kondisi kehilangan cairan akibat muntah atau diare, larutan rehidrasi oral atau oral rehydration solution (ORS) dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk produk atau anjuran tenaga kesehatan.
Untuk bayi, pemberian ASI tetap dapat dilanjutkan seperti biasa. Orang tua juga sebaiknya tidak memberikan obat antidiare yang dijual bebas kepada anak di bawah usia 2 tahun kecuali atas anjuran dokter. Hindari mengandalkan minuman tinggi gula sebagai pengganti cairan, karena minuman seperti soda dan beberapa jenis jus dapat memperburuk gangguan pencernaan pada anak yang sedang diare.
Selain memberikan cairan, pantau kondisi anak secara berkala. Perhatikan apakah frekuensi buang air kecil mulai kembali normal, apakah anak menjadi lebih aktif, serta apakah tanda seperti mulut kering atau rasa haus berlebihan mulai membaik.
Kapan Dehidrasi pada Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Dehidrasi yang semakin berat membutuhkan penanganan medis. Segera cari pertolongan jika anak tidak dapat minum atau terus-menerus muntah sehingga cairan sulit masuk. Bayi yang tidak buang air kecil atau tidak memiliki popok basah selama sekitar delapan jam juga perlu segera diperiksa.
Orang tua juga perlu waspada jika anak terlihat sangat lemas atau mengantuk, mengalami perubahan kesadaran, napas dalam dan cepat, mata cekung, tangan dan kaki terasa dingin atau tampak belang, serta tidak mengeluarkan air mata ketika menangis. Kondisi dehidrasi sedang hingga berat dapat membutuhkan cairan melalui infus di fasilitas kesehatan.
Cara Mencegah Dehidrasi pada Anak
Dehidrasi dapat dicegah dengan membiasakan anak minum secara teratur sepanjang hari. Pastikan anak mendapatkan cukup cairan saat bermain, berolahraga, atau berada di lingkungan yang panas. Ketika anak mengalami demam, muntah, atau diare, berikan perhatian lebih pada asupan cairannya.
Orang tua juga dapat memperhatikan urine sebagai salah satu petunjuk sederhana. Urine yang berwarna pucat umumnya menunjukkan hidrasi yang lebih baik, sedangkan urine yang lebih gelap dapat menjadi tanda bahwa anak perlu mendapatkan lebih banyak cairan.
Kesimpulan
Mengenali tanda dehidrasi pada anak penting agar kondisi tersebut dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius. Mulut kering, berkurangnya buang air kecil, urine lebih gelap, tidak ada air mata saat menangis, rasa haus, lemas, hingga mata atau ubun-ubun yang cekung dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan sesuai usia anak.
Jika dehidrasi masih ringan, berikan cairan secara bertahap dan pertimbangkan larutan rehidrasi oral sesuai anjuran. Namun, jika anak sangat lemas, tidak dapat minum, terus muntah, atau menunjukkan tanda dehidrasi berat, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Aplikasi DokterIN untuk Layanan Kesehatan di Mana Saja
Khawatir tentang kesehatan anak dan ingin segera konsultasi dengan dokter spesialis anak tanpa harus mengantre panjang di rumah sakit atau klinik? Install aplikasi DokterIN sekarang yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum hingga spesialis, serta tebus dan beli obat dalam satu aplikasi. DokterIN hadir sebagai solusi kesehatan digital yang praktis dan terpercaya. Anda juga bisa menambahkan asuransi untuk proses pembayaran yang lebih mudah. Coba DokterIN sekarang!


Referensi:
- https://www.theemergencycenter.com/signs-and-symptoms-of-dehydration-in-children.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9013-dehydration.