Jerawat Tidak Kunjung Sembuh Kapan Perlu ke Dokter Spesialis Kulit

Jerawat Tidak Kunjung Sembuh, Kapan Perlu ke Dokter Spesialis Kulit?

  • DokterIN Team
  • 7 menit baca
  • Ditinjau oleh dr. Dyah Novita Anggraini, CBS, CIMI

Jerawat Tidak Kunjung Sembuh, Kapan Perlu ke Dokter Spesialis Kulit – Jerawat merupakan masalah kulit yang sangat umum dan dapat dialami pada berbagai usia, bukan hanya remaja. Meski sebagian jerawat dapat membaik dengan perawatan mandiri, ada kondisi ketika jerawat terus muncul, semakin meradang, atau meninggalkan bekas.

Jika sudah mencoba berbagai produk tetapi jerawat tidak kunjung sembuh, mungkin sudah waktunya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Pemeriksaan penting untuk mengetahui penyebab jerawat sekaligus menentukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kulit. Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Penyebab Jerawat?

Jerawat terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak atau sebum dan sel kulit mati. Sumbatan tersebut dapat memicu munculnya komedo, papula, pustula, nodul, hingga lesi kistik. Bakteri dan proses peradangan juga berperan dalam perkembangan jerawat yang lebih parah.

Empat faktor utama yang berperan dalam terjadinya jerawat adalah produksi sebum berlebih, penyumbatan folikel akibat penumpukan sel kulit, perubahan bakteri Cutibacterium acnes, serta peradangan.

Perubahan hormon menjadi salah satu faktor yang dapat memicu atau memperburuk jerawat. Hormon androgen, misalnya, dapat meningkatkan produksi sebum sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat. Perubahan hormon juga dapat menyebabkan jerawat muncul pada orang dewasa, termasuk pada sebagian perempuan menjelang menstruasi.

Selain hormon, beberapa obat seperti kortikosteroid, testosteron, dan lithium dapat memperburuk jerawat. Pola makan tertentu, terutama konsumsi makanan kaya karbohidrat, juga diduga dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Stres bukan penyebab langsung jerawat, tetapi dapat membuat jerawat yang sudah ada menjadi lebih buruk.

Jerawat juga bukan berarti kulit kotor. Membersihkan wajah secara berlebihan atau menggunakan sabun dan bahan yang terlalu keras justru dapat mengiritasi kulit dan memperburuk kondisi jerawat.

Mengapa Jerawat Tidak Kunjung Sembuh?

Jerawat dapat bersifat menetap dan muncul dalam siklus. Ketika satu jerawat mulai membaik, jerawat lain dapat muncul. Tingkat keparahannya juga berbeda-beda, mulai dari komedo hingga nodul dan jerawat kistik yang terasa nyeri dan berada lebih dalam di kulit. Jerawat yang semakin berat memiliki risiko lebih besar menyebabkan bekas luka permanen.

Selain itu, tidak semua kondisi yang terlihat seperti jerawat sebenarnya merupakan acne. Karena itu, jerawat yang tidak membaik meskipun sudah mendapatkan perawatan perlu dievaluasi untuk memastikan diagnosisnya.

Kapan Jerawat Perlu ke Dokter Spesialis Kulit?

Jika perawatan mandiri tidak berhasil mengatasi jerawat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Terlebih jika jerawat terus muncul, semakin parah, atau sudah mulai meninggalkan bekas. Pertimbangkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit jika jerawat menetap atau tergolong parah. Penanganan lebih awal juga dapat membantu menurunkan risiko terbentuknya bekas jerawat.

Konsultasi juga penting jika muncul nodul atau jerawat kistik, yaitu benjolan besar, padat atau berisi nanah yang terasa nyeri di bawah permukaan kulit. Jenis jerawat ini termasuk lebih berat dan memiliki risiko menyebabkan jaringan parut.

Pada orang dewasa, terutama jika jerawat berat muncul secara tiba-tiba, pemeriksaan dokter juga diperlukan untuk mencari kemungkinan faktor yang mendasarinya. Jerawat yang berulang pada pola tertentu, misalnya muncul terus menjelang menstruasi, juga dapat berkaitan dengan perubahan hormonal dan perlu dievaluasi sesuai kondisi masing-masing.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Jerawat?

Dokter spesialis kulit biasanya dapat mendiagnosis jerawat dengan melihat kondisi kulit secara langsung. Dokter akan memperhatikan jenis jerawat, tingkat keparahan, serta lokasi munculnya lesi. Informasi tersebut membantu menentukan jenis pengobatan yang paling sesuai karena setiap jenis jerawat dapat membutuhkan pendekatan berbeda.

Dalam beberapa kasus, dokter juga perlu memastikan bahwa kondisi yang terlihat seperti jerawat bukan merupakan masalah kulit lainnya. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat menyusun rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit, tingkat keparahan, dan tujuan pengobatan.

Bagaimana Dokter Mengobati Jerawat?

Tujuan pengobatan jerawat bukan hanya menghilangkan jerawat yang sudah muncul, tetapi juga mencegah munculnya jerawat baru dan mengurangi risiko terbentuknya bekas. Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua orang. Dokter dapat menggunakan satu jenis terapi atau mengombinasikan beberapa pengobatan.

1. Obat Oles

Untuk jerawat ringan hingga sedang, dokter dapat merekomendasikan obat yang digunakan langsung pada kulit. Salah satunya adalah retinoid, yang membantu membuka pori-pori dan dapat digunakan untuk mengatasi komedo serta sebagian jerawat. Retinoid juga dapat digunakan sebagai perawatan pemeliharaan setelah kondisi kulit membaik.

Dokter juga dapat menggunakan benzoyl peroxide, yang membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat. Dalam kondisi tertentu, benzoyl peroxide dapat dikombinasikan dengan retinoid atau antibiotik topikal. Salicylic acid dan azelaic acid juga dapat menjadi bagian dari rencana perawatan sesuai kebutuhan kulit.

2. Obat Minum

Pada jerawat sedang hingga berat, dokter mungkin mempertimbangkan obat yang bekerja secara sistemik. Antibiotik oral dapat digunakan untuk jenis jerawat tertentu dalam jangka waktu yang ditentukan dokter dan biasanya dikombinasikan dengan terapi lain.

Untuk jerawat yang berkaitan dengan faktor hormonal, dokter dapat mempertimbangkan terapi tertentu pada pasien yang sesuai. Pada perempuan dengan jerawat hormonal yang menetap, misalnya, spironolactone dapat menjadi salah satu pilihan berdasarkan penilaian dokter.

Untuk jerawat nodular yang tidak merespons pengobatan lain, dokter dapat mempertimbangkan isotretinoin. Obat ini membutuhkan pengawasan medis karena memiliki risiko dan persyaratan penggunaan tertentu.

Prosedur untuk Membantu Mengatasi Jerawat

Selain obat, dokter dapat menggunakan prosedur tertentu sebagai bagian dari perawatan. Suntikan kortikosteroid dapat digunakan pada jerawat yang berukuran besar, meradang, dan terasa nyeri, seperti nodul atau kista. Obat disuntikkan langsung ke lesi untuk membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, dan nyeri sehingga jerawat dapat lebih cepat mengecil.

Chemical peel menggunakan bahan kimia tertentu untuk mengangkat sel kulit mati dan membantu mengurangi penyumbatan pori. Tindakan ini dapat membantu memperbaiki jerawat, komedo, tekstur kulit, serta bekas jerawat tertentu, tergantung jenis dan konsentrasi bahan yang digunakan.

Terapi laser atau cahaya dapat digunakan untuk membantu mengatasi jerawat dengan target yang berbeda, misalnya mengurangi bakteri yang berperan dalam proses jerawat, menekan peradangan, atau mengurangi produksi sebum. Jenis alat dan mekanisme kerjanya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan jenis jerawat.

Ekstraksi jerawat merupakan tindakan mengeluarkan isi komedo atau sumbatan pada pori secara terkontrol. Tindakan ini terutama dapat dipertimbangkan untuk komedo atau lesi tertentu yang memang sesuai untuk diekstraksi. Ekstraksi sebaiknya dilakukan oleh dokter yang memiliki keahlian agar tekanan dan teknik yang digunakan tepat, sehingga risiko peradangan, infeksi, hiperpigmentasi, dan jaringan parut dapat diminimalkan.

Pemilihan tindakan tidak hanya bergantung pada ukuran jerawat, tetapi juga jenis lesi, tingkat peradangan, kondisi kulit, serta risiko terjadinya bekas jerawat. Oleh karena itu, prosedur sebaiknya dilakukan berdasarkan penilaian dokter.

Jangan Tunggu Jerawat Semakin Parah

Jerawat yang tidak kunjung sembuh bukan berarti harus terus ditutupi dengan produk skincare atau mencoba berbagai produk secara bergantian. Jika jerawat menetap, semakin meradang, terasa nyeri, muncul dalam bentuk nodul atau kistik, atau mulai meninggalkan bekas, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu menemukan pendekatan yang lebih tepat.

Kesimpulan

Jika jerawat tidak membaik dengan perawatan mandiri, terus muncul, semakin parah, atau meninggalkan bekas, sebaiknya pertimbangkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit. Pemeriksaan membantu memastikan apakah kondisi tersebut benar-benar jerawat dan menentukan terapi sesuai jenis serta tingkat keparahannya. Pengobatan dapat berupa obat oles, obat minum, terapi hormonal tertentu, isotretinoin, maupun prosedur seperti suntikan kortikosteroid, chemical peel, atau terapi laser sesuai kebutuhan. Semakin tepat diagnosis dan pengobatannya, semakin besar peluang jerawat terkontrol sekaligus mengurangi risiko bekas.

Aplikasi DokterIN untuk Layanan Kesehatan di Mana Saja

Ingin konsultasi dengan berbagai dokter spesialis tanpa harus mengantre panjang di rumah sakit atau klinik? Install aplikasi DokterIN sekarang yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum hingga spesialis, serta tebus dan beli obat dalam satu aplikasi. DokterIN hadir sebagai solusi kesehatan digital yang praktis dan terpercaya. Anda juga bisa menambahkan asuransi untuk proses pembayaran yang lebih mudah. Coba DokterIN sekarang!

Referensi:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047.
  • https://www.aad.org/public/diseases/acne/derm-treat/treat.