Kapan Mata Merah Perlu Diperiksakan ke Dokter Spesialis Mata – Mata merah merupakan keluhan yang cukup sering dialami dan tidak selalu menandakan penyakit serius. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di permukaan mata melebar atau mengalami peradangan sehingga sklera terlihat kemerahan. Mata merah dapat muncul pada satu atau kedua mata dan sering disertai keluhan lain, seperti mata berair, gatal, terasa kering, perih, atau seperti ada sesuatu yang mengganjal.
Meski sebagian kasus dapat membaik dengan sendirinya, mata merah juga bisa menjadi tanda infeksi atau gangguan mata yang membutuhkan pemeriksaan. Karena itu, penting mengetahui gejala penyerta dan penyebabnya agar dapat menentukan kapan mata merah perlu diperiksakan ke dokter spesialis mata. Simak penjelasannya berikut ini.
Gejala Mata Merah
Selain perubahan warna pada bagian putih mata, mata merah dapat disertai berbagai gejala. Mata mungkin terasa gatal, kering, panas, berpasir, atau seperti ada benda asing yang mengganjal. Sebagian orang juga mengalami mata berair, kelopak mata bengkak, keluarnya kotoran dari mata, atau penglihatan yang menjadi kabur.
Pada kondisi tertentu, mata merah dapat disertai rasa sakit dan lebih sensitif terhadap cahaya. Gejala seperti nyeri berat, perubahan penglihatan, atau mata yang sangat sensitif terhadap cahaya perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat menunjukkan masalah yang lebih serius.
Penyebab Mata Merah
Mata merah dapat disebabkan oleh iritasi ringan, alergi, mata kering, terlalu lama menatap layar, debu, asap rokok, atau paparan lingkungan tertentu. Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat juga dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi.
Selain itu, mata merah dapat muncul akibat konjungtivitis atau peradangan pada selaput yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Blefaritis, bintitan, cedera pada mata, goresan pada kornea, serta beberapa penyakit mata lainnya juga dapat menyebabkan kemerahan.
Pada kasus yang lebih serius, mata merah dapat berkaitan dengan keratitis, uveitis, skleritis, atau glaukoma. Karena penyebabnya sangat beragam, mata merah yang menetap atau disertai gejala tertentu sebaiknya tidak didiagnosis sendiri.
Pengobatan Mata Merah
Pengobatan mata merah bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh iritasi ringan atau mata kering, keluhan dapat membaik setelah mata diistirahatkan, menghindari pemicu, dan menggunakan tetes mata pelumas sesuai kebutuhan. Kompres hangat juga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada kondisi tertentu.
Jika mata merah berkaitan dengan alergi, dokter atau tenaga kesehatan dapat menyarankan obat antialergi atau tetes mata tertentu. Sementara itu, infeksi bakteri mungkin membutuhkan obat tetes mata antibiotik berdasarkan pemeriksaan. Tidak semua mata merah membutuhkan antibiotik, sehingga sebaiknya tidak menggunakan obat mata secara sembarangan.
Selama mata masih merah dan iritasi, hindari mengucek mata dan sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak. Jika keluhan muncul setelah terkena debu atau benda asing, mata dapat dibilas dengan air bersih. Namun, jika terdapat benda yang menancap atau mata mengalami cedera, jangan mencoba mengeluarkannya sendiri.
Kapan Perlu ke Dokter Mata?
Mata merah sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis mata jika keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, sering kambuh, atau semakin parah. Pemeriksaan juga diperlukan jika kemerahan disertai nyeri, mata terasa sangat sensitif terhadap cahaya, penglihatan kabur, atau keluar cairan kental berwarna kuning atau hijau.
Pengguna lensa kontak juga perlu lebih waspada. Mata merah pada pengguna lensa kontak dapat berkaitan dengan infeksi yang berpotensi memengaruhi kornea. Karena itu, segera hentikan penggunaan lensa kontak dan periksakan mata, terutama jika kemerahan disertai nyeri atau perubahan penglihatan.
Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata dapat membantu mengetahui penyebab mata merah melalui pemeriksaan kondisi permukaan mata, kornea, kelopak mata, dan bagian mata lainnya. Dengan diagnosis yang tepat, pengobatan dapat diberikan sesuai penyebabnya.
Tanda yang Perlu Ditangani Segera
Tidak semua mata merah harus menunggu jadwal pemeriksaan biasa. Segera cari pertolongan medis jika mata merah disertai perubahan penglihatan secara tiba-tiba, kehilangan penglihatan, nyeri mata yang berat, atau rasa sakit atau silau ketika melihat lingkaran cahaya (halo) di sekitar lampu.
Mata merah yang disertai sakit kepala berat, mual atau muntah, dan pembengkakan di sekitar mata juga perlu segera diperiksa. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan mata yang membutuhkan penanganan cepat.
Cedera mata juga merupakan alasan untuk mendapatkan pertolongan segera. Jika mata terkena benturan, tertusuk, kemasukan benda asing, atau terkena percikan bahan kimia, jangan menunda pemeriksaan. Paparan bahan kimia pada mata memerlukan tindakan pertolongan yang cepat untuk mengurangi risiko kerusakan mata.
Cara Mencegah Mata Merah
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko mata merah. Hindari mengucek mata, cuci tangan secara rutin, dan jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain. Kosmetik yang sudah kedaluwarsa juga sebaiknya tidak digunakan.
Jika sering bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel dalam waktu lama, berikan jeda secara berkala agar mata tidak terus-menerus fokus pada layar. Menjaga kebersihan lensa kontak dan tidak menggunakannya melebihi waktu yang dianjurkan juga penting untuk mengurangi risiko iritasi maupun infeksi.
Selain itu, hindari paparan asap, debu, dan bahan lain yang diketahui dapat mengiritasi mata. Jika mata merah sering berulang atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya.
Kesimpulan
Kapan mata merah perlu diperiksakan ke dokter spesialis mata? Pemeriksaan diperlukan jika mata merah menetap, semakin parah, sering kambuh, atau disertai nyeri, keluar cairan, sensitif terhadap cahaya, dan gangguan penglihatan. Mata merah setelah cedera, paparan bahan kimia, atau pada pengguna lensa kontak juga perlu mendapat perhatian lebih. Jangan menganggap semua mata merah sebagai iritasi biasa karena beberapa kondisi membutuhkan diagnosis dan penanganan segera.
Aplikasi DokterIN untuk Layanan Kesehatan di Mana Saja
Ingin konsultasi dengan berbagai dokter spesialis tanpa harus mengantre panjang di rumah sakit atau klinik? Install aplikasi DokterIN sekarang yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum hingga spesialis, serta tebus dan beli obat dalam satu aplikasi. DokterIN hadir sebagai solusi kesehatan digital yang praktis dan terpercaya. Anda juga bisa menambahkan asuransi untuk proses pembayaran yang lebih mudah. Coba DokterIN sekarang!


Referensi:
- Cronau H, Kankanala RR, Mauger T. Diagnosis and management of red eye in primary care. American Family Physician. 2010;81(2):137–144.
- https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24607-eye-irritation.
- https://www.nhs.uk/symptoms/red-eye.