Bagaimana Cara Kerja Telekonsultasi

Bagaimana Cara Kerja Telekonsultasi? Ini Tahapan dan Hal yang Perlu Diketahui

  • DokterIN Team
  • 4 menit baca
  • Ditinjau oleh dr. Dyah Novita Anggraini, CBS, CIMI

Bagaimana Cara Kerja Telekonsultasi – Perkembangan teknologi membuat konsultasi kesehatan kini bisa dilakukan tanpa harus selalu datang langsung ke klinik atau rumah sakit. Salah satunya melalui telekonsultasi, yaitu layanan yang memungkinkan pasien dan tenaga kesehatan berkomunikasi dari lokasi berbeda menggunakan teknologi digital. Namun, bagaimana cara kerja telekonsultasi sebenarnya? Mulai dari membuat janji hingga mendapatkan arahan dari tenaga kesehatan, berikut penjelasannya.

Apa Itu Telekonsultasi?

Telekonsultasi adalah bentuk layanan kesehatan jarak jauh yang memungkinkan pasien berkonsultasi dengan tenaga kesehatan menggunakan perangkat digital. Konsultasi dapat dilakukan melalui video call, panggilan suara, pesan teks, maupun pertukaran informasi kesehatan secara online.

Telekonsultasi dapat dilakukan secara langsung atau synchronous, ketika pasien dan tenaga kesehatan berkomunikasi secara real time, maupun secara tidak langsung atau asynchronous, ketika informasi pasien dikirim terlebih dahulu dan ditinjau oleh tenaga kesehatan pada waktu berbeda.

Bagaimana Cara Kerja Telekonsultasi?

Berikut cara kerja telekonsultasi yang perlu diketahui.

1. Pasien Memilih Layanan dan Membuat Janji

Tahap pertama biasanya dimulai dengan memilih platform telekonsultasi dan tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pasien kemudian menentukan jadwal konsultasi yang tersedia.

Beberapa layanan memungkinkan pasien mengisi informasi dasar terlebih dahulu, seperti keluhan utama, riwayat kesehatan, obat yang sedang dikonsumsi, atau hasil pemeriksaan sebelumnya. Informasi tersebut membantu tenaga kesehatan memahami kondisi pasien sebelum konsultasi dimulai.

2. Konsultasi Dilakukan Secara Online

Pada konsultasi synchronous, pasien dan tenaga kesehatan berkomunikasi secara langsung pada waktu yang telah ditentukan. Bentuknya dapat berupa video call, panggilan suara, maupun melalui pesan teks.

Selama konsultasi, pasien dapat menjelaskan gejala, kapan keluhan mulai muncul, faktor yang memperburuk atau mengurangi keluhan, serta informasi kesehatan lain yang relevan. Tenaga kesehatan kemudian dapat mengajukan pertanyaan untuk membantu memahami kondisi pasien.

Sementara itu, konsultasi asynchronous tidak mengharuskan pasien dan tenaga kesehatan berkomunikasi pada waktu yang sama. Pasien dapat mengirimkan informasi, foto, atau dokumen medis terlebih dahulu, kemudian tenaga kesehatan meninjaunya dan memberikan respons.

3. Tenaga Kesehatan Menilai Informasi yang Diberikan

Setelah mendapatkan informasi dari pasien, tenaga kesehatan akan melakukan penilaian berdasarkan keluhan dan data yang tersedia. Pada kondisi tertentu, informasi berupa foto, hasil laboratorium, atau dokumen medis sebelumnya dapat membantu proses penilaian.

Namun, telekonsultasi memiliki keterbatasan karena tenaga kesehatan tidak dapat melakukan seluruh jenis pemeriksaan fisik melalui layar. Oleh karena itu, hasil konsultasi dapat berbeda tergantung pada jenis keluhan dan informasi yang tersedia.

4. Pasien Mendapatkan Arahan atau Rencana Perawatan

Setelah penilaian dilakukan, tenaga kesehatan dapat memberikan rekomendasi sesuai kondisi pasien. Arahan tersebut dapat berupa perubahan gaya hidup, penggunaan obat tertentu jika sesuai, pemantauan gejala, atau pemeriksaan tambahan.

Beberapa layanan telemedicine juga menyediakan layanan penebusan dan pembelian obat langsung dalam satu aplikasi sehingga semakin praktis.

Dalam beberapa kasus, pasien juga dapat diarahkan untuk melakukan konsultasi tatap muka. Hal ini diperlukan apabila kondisi membutuhkan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pencitraan, atau tindakan medis secara langsung.

5. Dilakukan Tindak Lanjut Bila Diperlukan

Telekonsultasi juga dapat digunakan untuk melakukan tindak lanjut. Misalnya, pasien yang sebelumnya sudah mendapatkan perawatan dapat kembali berkonsultasi untuk membahas perkembangan kondisinya.

Tahap tindak lanjut memungkinkan tenaga kesehatan mengetahui apakah keluhan membaik, menetap, atau justru mengalami perubahan. Jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, pasien dapat diarahkan untuk mendapatkan layanan secara langsung.

Apa Perbedaan Telekonsultasi Synchronous dan Asynchronous?

Perbedaan utamanya terletak pada waktu komunikasi. Telekonsultasi synchronous dilakukan secara langsung sehingga pasien dapat berdiskusi dengan tenaga kesehatan secara real time. Sementara itu, telekonsultasi asynchronous memungkinkan pasien mengirimkan informasi terlebih dahulu dan mendapatkan respons setelah informasi tersebut ditinjau.

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Konsultasi langsung dapat memudahkan komunikasi dua arah, sedangkan metode tidak langsung dapat memberikan fleksibilitas bagi pasien dan tenaga kesehatan.

Apakah Telekonsultasi Bisa Menggantikan Konsultasi Tatap Muka?

Tidak selalu. Telekonsultasi dapat membantu meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi bukan berarti seluruh pemeriksaan dapat dilakukan secara online. Telemedicine sebagai salah satu cara untuk melengkapi layanan kesehatan, bukan menggantikan seluruh layanan tatap muka.

Jika kondisi pasien membutuhkan pemeriksaan fisik atau tindakan medis langsung, konsultasi tatap muka tetap diperlukan.

Kesimpulan

Cara kerja telekonsultasi dimulai dari pemilihan layanan dan pembuatan janji, dilanjutkan dengan konsultasi online, penilaian kondisi, pemberian arahan, dan tindak lanjut bila diperlukan. Layanan ini menawarkan kemudahan dan fleksibilitas, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien.

Coba Telekonsultasi Bersama DokterIN

Ingin konsultasi praktis dengan dokter tanpa mengantre panjang di rumah sakit atau klinik? Coba DokterIN sekarang yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum hingga spesialis, serta tebus dan beli obat dalam satu aplikasi. DokterIN hadir sebagai solusi kesehatan digital yang praktis dan terpercaya. Anda juga bisa menambahkan asuransi untuk proses pembayaran yang lebih mudah. Coba DokterIN sekarang!

Referensi:

  • https://www.wheel.com/blog/synchronous-vs-asynchronous-telehealth.
  • https://portaltelemedicina.com.br/en/what-is-teleconsultation-and-how-does-it-work.