Penyebab Asam Urat

Penyebab Asam Urat yang Perlu Diketahui untuk Mencegah Penyakit

  • DokterIN Team
  • 5 menit baca
  • Ditinjau oleh dr. Dyah Novita Anggraini, CBS, CIMI

Penyebab Asam Urat – Asam urat sering dikaitkan dengan kebiasaan makan tertentu, yaitu terlalu banyak mengonsumsi daging atau makanan tinggi purin. Namun, penyebab asam urat sebenarnya tidak sesederhana itu. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya kadar asam urat dalam darah yang kemudian dapat membentuk kristal dan menumpuk di sekitar sendi. Selain pola makan, kondisi kesehatan, berat badan, faktor genetik, hingga obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko asam urat.

Pelajari lebih lanjut mengenai penyebab asam urat agar Anda dapat mencegahnya di kemudian hari. Simak penjelasannya berikut ini.

Gejala Asam Urat

Sebelum memahami penyebab asam urat, penting untuk mengetahui gejala yang biasanya muncul. Serangan asam urat dapat menyebabkan nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba, terutama pada ibu jari kaki. Sendi yang terkena juga dapat membengkak, terasa hangat, kemerahan, dan sangat sensitif ketika disentuh. Gejala biasanya berkembang dengan cepat dan dapat mengganggu pergerakan.

Apa yang Menjadi Penyebab Asam Urat?

Penyebab utama asam urat adalah penumpukan asam urat di dalam darah. Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin, yaitu senyawa yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan juga ditemukan pada beberapa jenis makanan.

Dalam kondisi normal, asam urat akan dibawa melalui darah menuju ginjal dan kemudian dikeluarkan melalui urine. Masalah dapat terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat, ginjal tidak mampu membuang asam urat dengan cukup baik, atau keduanya terjadi secara bersamaan.

Ketika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal berbentuk seperti jarum dapat terbentuk dan menumpuk di dalam atau di sekitar sendi. Kristal inilah yang kemudian memicu peradangan dan menyebabkan serangan asam urat.

Faktor Risiko Asam Urat

Timbulnya serangan asam urat tidak hanya disebabkan oleh makanan tinggi purin, namun dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena asam urat.

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Tinggi Purin

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah pola makan tinggi purin. Ketika purin dipecah oleh tubuh, salah satu hasil akhirnya adalah asam urat.

Beberapa makanan yang tinggi purin antara lain daging merah, jeroan seperti hati, serta makanan laut tertentu. Beberapa makanan laut yang tinggi purin yaitu contohnya ikan teri, sarden, kerang, scallop, trout, dan tuna.

Namun, bukan berarti setiap orang yang mengonsumsi makanan tersebut pasti mengalami asam urat. Pola makan hanya merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat dan risiko serangan, terutama jika dikombinasikan dengan faktor risiko lainnya.

2. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol juga dapat menjadi salah satu penyebab meningkatnya kadar asam urat. Minuman beralkohol, terutama bir, juga dapat meningkatkan risiko asam urat.

Konsumsi alkohol dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mempertahankan kadar asam urat yang normal. Di antaranya, bir menjadi salah satu minuman beralkohol yang tinggi purin. Karena itu, orang yang memiliki kadar asam urat tinggi atau pernah mengalami serangan asam urat biasanya disarankan untuk membatasi atau menghindari alkohol.

3. Terlalu Banyak Minuman Manis

Tidak hanya makanan tinggi purin, konsumsi minuman dan makanan yang tinggi fruktosa, terutama yang mengandung gula tambahan sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup) juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat.

Fruktosa merupakan jenis gula yang dapat ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman, termasuk minuman yang diberi pemanis. Konsumsi minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dan pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya gout atau asam urat.

4. Berat Badan Berlebih atau Obesitas

Kelebihan berat badan juga termasuk faktor yang dapat meningkatkan risiko asam urat. Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas dapat menghasilkan lebih banyak asam urat. Pada saat yang sama, ginjal juga dapat menjadi kurang efektif dalam membuang asam urat dari tubuh.

Karena itu, menjaga berat badan tetap sehat bukan hanya penting untuk kesehatan secara umum, tetapi juga dapat membantu menurunkan risiko kadar asam urat yang terlalu tinggi.

5. Gangguan pada Ginjal

Ginjal memiliki peran penting dalam membuang asam urat dari tubuh. Ketika fungsi ginjal terganggu, proses pembuangan asam urat dapat menjadi kurang optimal sehingga asam urat lebih mudah menumpuk dalam darah.

Masalah ginjal termasuk salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kadar asam urat tinggi. Inilah alasan mengapa kesehatan ginjal perlu diperhatikan, terutama pada orang yang memiliki riwayat kadar asam urat tinggi.

6. Kondisi Kesehatan Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko kadar asam urat tinggi dan asam urat. Kondisi tersebut antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan obesitas.

Selain itu, kondisi tertentu seperti psoriasis, beberapa jenis kanker darah, serta kondisi yang menyebabkan banyak sel tubuh rusak dalam waktu singkat juga dapat meningkatkan kadar asam urat.

7. Obat-Obatan Tertentu

Penyebab asam urat juga dapat berkaitan dengan obat yang dikonsumsi. Salah satu kelompok yang perlu diperhatikan adalah obat diuretik atau obat pelancar urine yang sering digunakan untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi.

Beberapa jenis diuretik dapat meningkatkan risiko asam urat karena membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan dan dapat mengurangi kemampuan ginjal dalam membuang asam urat. Selain diuretik, obat tertentu lainnya, termasuk beberapa obat penekan sistem imun, juga dapat meningkatkan kadar asam urat.

Namun, jangan menghentikan atau mengganti obat yang diresepkan hanya karena khawatir terhadap kadar asam urat. Jika mencurigai obat sebagai pemicunya, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan solusinya.

Kesimpulan

Penyebab asam urat pada dasarnya berkaitan dengan terlalu tingginya kadar asam urat dalam darah, baik karena tubuh memproduksinya terlalu banyak maupun karena ginjal tidak mampu membuangnya dengan optimal. Pola makan tinggi purin, alkohol, minuman tinggi fruktosa, obesitas, gangguan ginjal, kondisi kesehatan tertentu, obat-obatan, faktor genetik, usia, dan jenis kelamin juga dapat meningkatkan risikonya. Jika mengalami nyeri sendi yang tiba-tiba dan intens, terutama disertai pembengkakan dan rasa panas, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.

Coba Telekonsultasi Bersama DokterIN

Ingin konsultasi praktis dengan dokter tanpa mengantri panjang di rumah sakit atau klinik? Coba DokterIN sekarang yang menyediakan layanan telekonsultasi dengan dokter umum hingga spesialis, serta tebus dan beli obat dalam satu aplikasi. DokterIN hadir sebagai solusi kesehatan digital yang praktis dan terpercaya. Anda juga bisa menambahkan asuransi untuk proses pembayaran yang lebih mudah. Coba DokterIN sekarang!

Referensi:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897.
  • https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/causes-of-gout.